DLH Maluku, Dapat Bantuan Kapal Pengeruk Sampah Dari Perancis

by -811 views
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta, M.Si

Ambon Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku di tahun 2024 ini dapat bantuan kapal pengeruk sampah di Teluk Ambon dari Perancis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta M,Si mengatakan, kepastian itu terungkap dari hasil pertemuan pihaknya dengan NGO Clerence dari Perancis di akhir bulan Dember 2023 lalu.

“Dalam pertemuan tersebut, Mr Anthony dari NGO tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan kapal pengeruk sampah di teluk ambon untuk pemerintah provinsi Maluku tahun 2024,” ujarnya.

Menurutnya, sesuai informasi yang disampaikan, kapal itu sedang dibangun di Perancis. “Jadwal pembangunannya awal Januari – Pebruari, kemudian Maret – April akan dilayarkan ke Surabaya (Indonesia) dan diperkirakan bulan Juni/Juli akan tiba di Ambon untuk di operasikan,” ungkap Siauta kepada media ini, Rabu (10/1).

“Hasil pertemuan itu sudah saya dilaporkan kepada bapak gubernur Maluku, Murad Ismail. Bapak gubernur sangat senang dengar informasi tersebut, karena persoalan sampah di teluk Ambon itu memang sangat krusial dan selama ini menjadi perhatiannya, ” katanya.

Terkait  kesiapan kata Siauta, pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan DLH Kota Ambon, untuk bersinergi dalam menangani masalah sampah di teluk Ambon, ketika kapal tersebut sudah tiba dan beroperasi di Ambon.

“Kami juga telah melihat dan menyiapkan tempat penampungan sementara sampah hasil pengerukan sampah oleh kapal tersebut, untuk selanjutnya diangkut oleh DLH Kota Ambon ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya.

Ditambahkannya, informasi tentang bantuan kapal pengeruk sampah ini merupakan hadiah di akhir masa jabatan periode pertama gubernur Murad Ismail kepada daerah ini.

“Pasalnya, selama ini bapak gubernur punya keinginan besar agar kami bisa memiliki kapal pengeruk sampah untuk teluk Ambon, sehingga selama ini kami selalu didorong untuk berkoordinasi dengan kementrian Lingkungan Hidup dan kementrian Keuangan, namun sampai akhir tahun 2023, belum ada lampu hijau dari dua kementrian tersebut. Namun tiba-tiba di akhir Desember, kabar gemberia ini justru datang salah satu NGO asal Perancis tersebut,” ungkap Siauta.

Ditanya apakah ada kemungkinan kapal pengeruk sampah itu dialihkan ke provinsi lain setelah tiba di Surabaya nantinya, Siauta katakan, “Hal itu juga sudah ditanyakan dalam pertemuan bersama NGO Clerence tersebut, dan menurut penjelasan Mr Anthony perwakilannya, bahwa hal itu tidak akan terjadi, karena dalam kapal tersebut juga sudah tertulis Kota Ambon sebagai pemiliknya,” jelasnya. (K-07)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *