Masyarakat Adat Pegunungan Buru Minta Infrastruktur Jalan dan Jembatan

by -90 views

Namlea, Kabaresi.com – Masyarakat sejumlah Desa adat di pegunungan Kabupaten Buru, minta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membangun infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah mereka.

Pasalnya, walaupun Kabupaten Buru telah berusia 20 tahun, namun dalam kenyataannya infrastruktur jalan dan jembatan belum juga dinikmati mereka, terutama askses untuk menghubungkan Desa satu dengan lainnya yang saat ini masih menggunakan jalan setapak dan jembatan seadanya.

Padahal, Kabupaten itu selama 20 tahun ini sudah dipimpin Drs Hi Husnie Hentihu mantan Bupati dua periode dan dilanjutkan Ramly Ibrahim Umasugi, S.Pi, Bupati dua periode saat ini, namun sangat disayangkan hasil pembangunan belum dirasakan.

Untuk itu, mereka minta adanya perhatian Pemkab terhadap infrastruktur jalan dan jembatan termasuk sarana air bersih dan sarana telekomunikasi (jaringan telepon seluler) sebagaimana yang sudah dinikmati Kecamatan dan Desa lain di Kabupaten itu.

“Kami merasa kurang mendapat perhatian dari Pemkab, padahal kami juga merupakan bagian masyarakat Kabupaten Buru, yang seharusnya diperlakukan sama dengan wilayah/Desa pesisir di Kabupaten ini,”ungkap mereka kepada media ini, Senin (19/4/2021).

“Mereka mencontohkan jalan dan jembatan penghubung Rumah Tiga – Waengapa, Watempuli – Danau Rana, begitu juga Mesayang ke Desa Nafrua menuju Desa Batu Karang, Desa Lele menuju Desa Wambasalahin dan jalan Desa Migodo menuju Desa Wamana Baru,”ujar mereka.

Mereka minta, Kadis PUPR Kabupaten Buru, dapat menginventarisir permintaan mereka untuk membangun jembatan dan jalan yang menghubungkan Desa-Desa di 10 Kecamatan, yakni Desa di pesisir dan Desa Pegunungan. “Artinya, dari data ini dapat menjadi bahan perencanaan untuk APBD tahun anggaran 2022 mendatang,”pinta mereka.

Mereka berharap,” Sebelum berakhir jabatan Bupati Ramly Umasugi permintaan kami ini dapat direalisasi, khusunya untuk pembangunan jalan dan jembatan di kawasan pegunungan, khususnya di wilayah Kecamatan Lolongguba dan Kecamatan Fenaleisela,”tambah mereka. (AK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *