Program Kampung Iklim, Siauta : 14 Negeri/Desa & Kelurahan di Maluku Diikutsertakan

by -398 views
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta, M,Si.

Ambon – 14 Negeri/Desa dan Keluhan di Provinsi Maluku, diikutsertakan dalam Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional.

Negeri/Desa dan Kelurahan tersebut terdiri dari 10 Negeri dan Kelurahan di Kota Ambon, masing-masing Negeri Passo, Negeri Lama (rw 003), Amahusu (rw 002), Rutong (rw 01), Negeri Soya (rw 001), Negeri Naku (rw 01), Hatiwe Besar (rw 02), Hukurila (rw 01), Kelurahan Batu Gajah (Batu Bulan) dan Kelurahan Waihaong (rw 01).

Sementara Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) masing-masing Desa Hulaliu dan Ihamahu, sedangkan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yakni Waimital dan Pulau Osi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta, M,Si kepada Kabaresi.com, Minggu (8/8/2021) mengatakan, nama-nama negeri/desa dan kelurahan tersebut diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota/Kabupaten, bekerjasama dengan Dinas LH Provinsi.

Dikatakan, Proklim ini merupakan program kementrian Lingkungan Hidup RI, memiliki tiga tujuan, yakni: Pertama mengidentifikasi kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta potensi pengembangannya di tingkat lokal.

Dua, memberikan pengakuan terhadap aksi lokal yang telah dilakukan masyarakat, untuk mendukung upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dan Tiga, mendorong  penyebarluasan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah berhasil dilaksanakan pada lokasi tertentu, untuk dapat diterapkan di daerah lain, sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.

Selain itu kata Siauta, Proklim juga memiliki lima manfaat, yaitu : pertama, meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi variabilitas iklim dan dampak perubahan iklim. Dua, terukurnya potensi dan kontribusi pengurangan emisi GRK suatu lokasi terhadap pencapaian target penurunan emisi GRK nasional.

Tiga, tersedianya data kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan strategis dan kegiatan terkait perubahan iklim.

Empat, terisolasinya kesadaran dan gaya hidup rendah karbon, dan Lima, meningkatnya kemampuan masyarakat di tingkat lokal, untuk mengadopsi terkonogi rendah karbon.

Terkait Proklim tersebut kata Siauta, saat ini  tim dari kementrian Lingkungan Hidup sudah seminggu ini melakukan kunjungan ke lokasi-lokasi tersebut, untuk melihat kesiapan mereka, sebelum kedatangan tim verifikator untuk melakukan verifikasi atau penilaian, sehingga bisa ditetapkan masuk dalam nominasi untuk mendapatkan penghargaan atau trophy.

“Jadi, tim ini sudah melakukan kunjungan ke negeri/desa dan kelurahan dimaksud, untuk melihat kesiapan mereka  termasuk mendengar komitmen masyarakat, sehingga bila ada kekurangan itu bisa didorong, sehingga pada waktu tim verifikator kementrian itu turun, itu bisa mencapai target untuk diangkat guna dibahas di kementrian,”ungkapnya.

Siauta mengaku, sebelumnya di tahun 2020 lalu, provinsi Maluku telah mendapatkan dua trophy utama oleh Kota Ambon (Pohon Pule) dan Malteng (Negeri Haruku), sementara Negeri Amahai memperoleh piagam penghargaan.

“Target kami, mudah-mudahan di tahun ini ada yang bisa mendapat hasil, minimal mendapat trophy utama seperti tahun kemarin,”ujarnya.

Khusus untuk penentuan hasilnya, “Akan diumumkan sebelum peringatan 17 Agustus 2021, karena penyerahan peghargaan itu akan dilakukan pada saat peringatan Hut Proklamasi Kemerdekaan RI ke 76 di Istana Presiden di Jakarta,”tambah Siauta. (Acl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *