Dinas PUPR Punya Peran Strategis Dalam Penanganan Bencana Banjir Di Kabupaten SBB

by -267 views
Kadis PUPR Kab SBB, Achmad Wahyudi, ST

Piru, Akibat hujan terus menerus dengan intensitas tinggi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), baru baru ini telah terjadi bencana banjir yang mengakibatkan beberapa desa di Kecamatan Taniwel dan Kecamatan Kairatu mengalami kerusakan, karena air meluber masuk ke dalam pemukiman warga.

Sungai-sungai yang diharapkan bisa menstabilkan aliran air hujan, ternyata tidak mampu untuk meng alirkannya hingga ke laut. Hal ini disebabkan, karena dasar sungai sudah dipenuhi dengan sedimen pasir dan bebatuan dan tidak itu saja banyak pohon yang tumbang akibat dari aksi penebangan liar pada wilayah hulu sungai.

Material material tersebut pada akhirnya memenuhi sungai di bagian hilir, dimana terdapat pemukiman warga serta fasilitas umum lainnya, sehingga menyebabkan terjadi nya bencana banjir.

Menanggapi bencana ini, Pemda Kabupaten SBB tidak tinggal diam, langsung bergerak cepat untuk mengatasi keluhan warga.

Setelah mendapat laporan Pemerintah Desa, Dinas PUPR SBB berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyusun strategi supaya dampak dari bencana ini dapat diatasi dengan baik, sehingga kehidupan warga dapat kembali normal seperti sediakala.

“Kami menerima laporan terjadinya bencana dari Pemerintah Desa, ” kata Kadis PUPR Kabupaten SBB, Achmad Wahyudi, ST kepada media ini, Jumat (11/7/2025).

Menurut Yudi, panggilan akrab Kadis, tahap awal yang dilakukan pihaknya melakukan survey ke lokasi bencana bersama Pemdes, untuk mengetahui kronologis terjadinya banjir serta kondisi lahan setempat yang akan dilakukan penanganan.

“Proses penanganan banjir oleh Dinas, yang utama adalah pengerukan sedimen serta pembuatan tanggul darurat pada wilayah sungai yang merupakan sumber masalah banjir, “ sambungnya.

Dijelaskan Wahyudi, sejak terjadinya banjir di bulan Maret lalu, hingga sekarang sudah dilakukan penanganan di sungai masing-masing, sungai Wai Mala desa Taniwel, dengan pengerukan sepanjang 1300 meter, sungai Wai Hau desa Lumapelu, pengerukan sepanjang 700 meter, sungai Wai Hau desa Uwen Pantai, pengerukan sepanjang 400 meter, sungai Wai Hau desa Makububui pengerukan sepanjang 600 meter dan sungai Wai Sari desa Kairatu hingga saat ini masih dalam penanganan.

Wahyudi bilang, dalam menangani banjir di 5 desa diatas, ada kendala yang di hadapi, yaitu masalah lahan antar perorangan maupun antar desa.

Seperti yang terjadi pada desa Taniwel dan Desa Matapa dan Hanuru, untuk desa Taniwel sudah di sele saikan oleh Koramil Kecamatan Taniwel, namun untuk desa Matapa dan Hanuru belum dapat di selesaikan, sehingga proses pengerukan tidak dapat di lakukan.

“Kami beserta jajaran Dinas PUPR bertekad untuk bekerja semaximal mungkin, supaya masyarakat terdampak dapat kembali menjalani hari hari hidupnya dengan tenang seperti semula, ” janji Wahyudi. (K-07)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *