Ambon – Kasus dugaan korupsi dana operasional Sekretariat DPRD Kota Ambon TA 2020 senilai Rp. 5,3 Miliar berdasarkan temuan BPK RI yang dilakukan pimpinan DPRD, resmi dihentikan proses penyelidikannya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.
Penghentian itu sendiri dengan alasan, karena ada dana sebesar Rp. 5,5 Miliar yang telah dikembalikan oleh Sekretariat DPRD ke kas daerah Pemkot Ambon.
Kepastian penghentian itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Dian Fris Nalle SH, didampingi para Kasi kepada wartawan, Jumat pagi (4/2/2022).
Menurutnya, pengembalian tersebut dilakukan dalam dua tahap, yakni Rp. 1,5 Milliar di bulan Juni 2021, dan di bulan Nopember 2021, ketika Kejari Ambon sedang melakukan penyelidikan dan mencari bukti-bukti tambahan lainnya atas kasus ini, ada lagi dana sebesar Rp. 4 Miliar yang dikembalikan ke kas daerah oleh Sekertariat DPRD.
Dikatakan, tim penyelidik telah bekerja dengan baik selama bulan Nopember, bahkan telah memeriksa puluh an saksi, baik pimpinan dan anggota DPRD, ASN pada Sekertariat DPRD maupun pihak ketiga.
“Dalam proses penyelidikan sedang berlangsung, tim menerima Surat Tanda Setoran ( STS) dengan nilai Rp. 4 Milliar, hingga total dana yang dikembalikan sejumlah Rp. 5,5 Milliar,”ungkap Nalle.
Menurut Nalle, penegakan hukum itu harus memperhatikan asas keadilan, asas kepastian hukum, dan asas pemanfaatan. Sehingga dengan dikembalikan dana sebesar ini, Pemkot bisa menggunakannya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Atas dasar itu, tim mengambil kesimpulan untuk menghentikan perkara tersebut dalam tahap penyelidikan,”tambah Nalle, dengan wajah sedikit tegang.
Saat ditanya, putera NTT ini tidak mau berterus terang menyebutkan siapa-siapa saja nama anggota DPRD yang telah mengembalikan dana tersebut.
Ketika di desak, Nalle mempersilahkan para wartawan untuk tanyakan saja langsung di Sekretariat DPRD.
Ditambahkan, kasus ini masih belum selesai, jika dikemudian hari ada bukti baru, bisa di buka lagi. “Kasus ini masih belum selesai, jika di kemudian hari ada bukti baru, maka akan di buka lagi, “ kata Nalle mengakhiri pembicaraanya. (K-06)