Oktober, Maluku Punya Fasilitas Pengolahan Limba Medis

by -321 views
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta, M,Si.

Ambon – Provinsi Maluku bulan Oktober mendatang, sudah miliki fasilitas pengolahan limba medis (Insinerator).

 

Insinerator.

Fasilitas pengolahan limba medis tersebut berkapasitas 200 Kg per jam, merupakan hibah dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ((LHK) RI kepada pemerintah Provinsi (pemprov) Maluku.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta, M,Si menjelaskan, pembangunan fasilitas Insinerator tersebut untuk menjawab kebutuhan daerah terhadap penanganan limba medis, khususnya pada masa pandemi covid-19.

Pasalnya, pengolahan limba medis di tahun 2020 menggunakan jasa PT Santosa Pratama, sudah menghabiskan dana kurang lebih 7 Milyar. Sehingga, bila peralatan ini sudah bisa beropesai, berarti Pemprov bisa menghemat biaya yang cukup besar.

“Selain bisa menghemat, kita juga bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena semua rumah sakit, fasilitas kesehatan atau pihak ketiga yang akan mengolah/membakar limba medisnya, sudah pasti akan membayar ke Dispenda,” ujar Siauta kepada Kabaresi.com, Senin (29/8/2021).

Dikatakan, pembangunan fasilitas pengolahan limba medis/Insinerator berlokasi di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, kerjakan oleh CV Ria Prima yang beralamat di Jakarta.

Sementara fasiltas pendukung yang disiapkan Pemprov Maluku, yakni lahan, kantor, TPS Limba B3, Dokumen lingkungan, listrik dan air. “Tahapan pembangunan Insinerator yang telah dilaksanakan Pemprov, berupa pembebasan lahan, proses IMB, sosialisasi kepada masyarat Desa Suli tanggal 24 Juli 2021 serta penyiapan akses jalan,”ujarnya.

Menurut Siauta, operasional Insinerator akan ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Maluku. “Untuk itu kita sudah siapkan lembaganya berupa UPT di bawah Dinas LH Prov Maluku, bahkan strukturnya juga sudah disampaikan ke Biro Organisasi Setda Maluku. Karena semua itu harus disiapkan dulu, sehingga pada waktunya operasi, lebaga dan SDM-nya sudah siap.

“Kita sudah dijanjikan, SDM-nya akan dilatih pihak konsultan dan kementrian LHK untuk mengoperasikan fasilitas tersebut,”tandasnya.

Siauta mengaku, saat ini pembangunan sudah mulai dikerjakan, untuk lahan kliring dibantu dinas PUPR Maluku dengan peralatannya. Awalnya dibangun dulu kantor pengawasnya, kemudian peralatannya. Kemungkinan besar dipakai tiang pancang, karena struktur tanah jika hujan lembab dan becek. (Acl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *