Ambon – Masalah lingkungan termasuk sampah, itu tidak bisa hanya ditangani sendiri oleh pemerintah, namun dibutuhkan peran serta semua elemen masyarakat.
“Salah satu upaya itu dilakukan berasama TP-PKK Provinsi Maluku, mengingat organisasi yang diketuai Ibu Widya Murad Ismail ini, mempunyai jaringan sampai ke rumah tangga/keluarga,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku, Drs Roy C Siauta, M,Si kepada Kabaresi.com, Senin (15/11/2021).
Dikatakan, upaya itu terlihat jelas saat Ketua TP-PKK Provinsi Maluku ibu Widya Murad Ismail yang juga Duta Parenting Maluku saat melakukan kunjugan ke Kabupaten se-Maluku, selalu mengajak DLH Maluku untuk melaksanakan kegiatan edukasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten yang didatanginya.
Menurut Siauta, Dinas Provinsi tidak mempunyai lokasi/lahan, sehingga ini semua kembali kepada teman-teman di Kabupaten/Kota.
“Bagaimana mereka mendorong proses-proses ini, dalam hal ini mereka bisa bekerjasama dengan LSM ataupun pihak swasta, sebab diketahui bahwa penanganan masalah lingkungan dari sisi persampahan ini, tidak bisa hanya ditangani sendiri oleh pemerintah, tetapi harus dikeroyok bersama-sama,” ujarnya.
Jadi,” Kalau di Provinsi itu DLH besama-sama dengan TP-PKK, nah…kalau di kabupaten DLH setempat bisa bersama PLN, Telkom atau dengan LSM yang lain. Begitu juga bukan OPD Lingkungan tetapi juga melibatkan OPD yang lain, bekerjasama untuk menangani maslah itu,”tandasnya.
Jadi harapan kami kata Siauta, secara keseluruhan untuk Provinsi Maluku bisa mencapai target 30 persen dan 70 persen untuk penangan dan pengelolaan itu, adalah bagaimana kita semua bisa menyatukan kekuatan, menyatukan presepsi termasuk anggaran juga untuk sama-sama menangani peroalan sampah ini, sehingga target nasional itu bisa tercapai di provinsi Maluku, maupun di Kabupaten/Kota yang ada di Maluku ini. (Acl)