Polres SBB Diminta Usut Dugaan Ijazah Beli Untuk Jadi PNS di Huamual

by -369 views
Foto : Ilustrasi

Piru –Diduga ada oknum guru di kecamatan Huamual, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), propinsi Maluku, gunakan ijazah beli untuk jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Informasi tentang ijasah beli ini muncul dari pernyataan Kepala SD Negeri Tanah Goyang, Alwan Silehu saat diwawancarai media ini terkait Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) melalui telepon, Selasa (14/3/2023).

Silehu yang saat itu di konfirmasi terkait tudingan beberapa guru bahwa dirinya tertutup atau tidak  transparan dalam pengelolaan dana BOS di sekolahnya kepada dewan guru.

Anehnya, yang bersangkutan tidak menjawab pertanyaan dengan baik, namun balik bertanya, “Kenapa beta yang harus dikejar, kenapa bukan oknum guru yang menggunakan ijazah beli yang harus di kejar ? Jangan beta bongkar, beta tau ada guru yang jadi pegawai pakai ijazah beli,” ungkap Silehu seperti yang ditulis media ini, Selasa (14/3/2023).

Dari keterangan Silehu tersebut, awak media mencoba untuk mencari tau kasus itu, dan ternyata benar apa yang di katan oleh Silehu tersebut, bahwa ijazah yang di maksud adalah ijazah STAIN Ternate yang beredar cukup banyak di wilayah Huamual, dan semua yang mengunakan ijazah itu telah lulus jadi PNS.

Dari beberapa warga Huamual diketahui, bahwa mereka yang menggunakan ijazah tersebut adalah warga Huamual yang tidak pernah mengejam pendidikan di STIA Ternate.

“Kasus ini sudah cukup lama, bahkan beberapa tahun lalu polisi telah mengusutnya, namun tiba-tiba kasus ini hilang begitu saja,” ungkap mereka.

Bahkan dari beberapa guru diketahui, bahwa pernyataan Silehu terkait ijazah beli tersebut ada hubungannya dengan informasi yang beredar bahwa dirinya akan digantikan dari jabatan kepala sekolah dengan guru lain.

“Beta akang bongkar kasus ini, beta jua tidak akan diam karena ada guru yang tidak kuliah lalu cuma beli ijazah saja untuk jadi PNS itu tidak harus di biarkan saja,” ungkap mereka meniru kata-kata Silehu saat curhat kepada mereka.

“Beta juga menolak untuk kerja datanya, karena dia bukanlah beta punya bawahan, dan beta tidak mau terima dia di beta punya sekolah, karena dia cuma di titip saja,” ungkap mereka sembari menambahkan bahwa mereka juga tidak tau oknum guru yang di maksud oleh Silehu.

Untuk membuktikan dugaan ijazah beli seperti yang disampaikan Kepala SD Negeri Tanah Goyang, Alawn Silehu, Polres SBB diminta untuk usut tuntas kasus ini, agar kasus yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini jangan jadi misterius.

Sementara itu, terkait kasus dana BOS di SD Tanah Goyang, Selasa (14/3/2023) Silehu membuat rapat mendadak dengan dewan guru. Turut hadir dalam pertemuan tertutup itu, ketua komite Rajab Sangadji, dan pengawas dari dinas Pendidikan ibu Tely.

Dalam pertemuan tersebut, Silehu dikabarkan menangis di hadapan para peserta rapat. Saat itu Silehu mengatakan, “Kenapa rahasia yang ada di sekolah ini harus sampai bocor ke publik, saya kan sudah membentuk tim dana bos, ada ketuanya, ada juga anggotanya,”

“Saat itu kami cuma diam saja, karena kami tau ucapannya cuma sekedar membela diri saja di hadapan pengawas,” ujar salah satu guru kepada media ini via telepon.

Dikatakannya, “Apa yang di sampaikan Silehu saat pertemuan tadi semuanya modus pak, dan menangis-nya juga ekting pak, setelah selesai rapat kami para dewan guru saling baku tanya, siapa ketua tim dana bos yang di maksud oleh Silehu tadi, dan siapa juga anggotanya, juga sejak kapan dia sama bendahara cairkan dana bos lalu setelah cair langsung biking pertemuan dengan kami para dewan guru,” ungkapnya sembari menambahkan semua yang di katakan Silehu tadi bohong.

Karena itu, para guru tersebut minta Kepala dinas Pendidikan kabupaten SBB, untuk mencopot Silehu dari jabatan kepala sekolah, karena sudah tidak lagi ada keharmonisan dengan dewan guru.” Apalagi sikap Silehu yang juga sering marah-marah tanpa alasan yang pasti, setiap kali dia masuk selalu saja marah marah, kami juga heran dengan kondisi ini,” tambah mereka. (K-09)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *