Diduga Nakal, Bupati Bursel Diminta Cabut Ijin PT Nusa Fatma Corporation

by -198 views

Namrole – Bupati Buru Selatan (Bursel) Safitri Malik Soulisa diminta untuk segera mencabut ijin PT Nusa Fatma Corporation, perusahaan bergerak di bidang operasi penebangan kayu Log/Bulat di hutan kawasan Desa Fogi, Kecamatan Kapala Madan.

Pasalnya, kehadiran perusahan yang beroperasi sejak tiga tahun lalu tersebut, diduga telah merusak hutan dan lingkungan, yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan tergenangnya perkampungan atau pemukiman penduduk, sehingga menimbulkan penderitaan bagi warga masyarakat setempat.

Seperti yang terjadi di Desa Waehotong Lama pada hari Kamis dan Jumat lalu, akibat hujan deras, terjadi banjir dan genangan air setinggi 1, 5 meter di perkampungan, sehingga semua aktivitas di desa itu menjadi lumpuh selama beberapa hari.

Bukan itu saja, sisa limbah kayu olahan PT Nusa Fatma Corporation, juga ikut terbawa banjir sehingga menghantam pemukiman penduduk dan menutupi areal pesisir pantai, mulai dari Desa Waehotong hingga pesisir pantai Desa Balpetu.

Akibatnya, warga kedua Desa itu sangat terkejut dengan kondisi yang terjadi secara tiba-tiba tersebut yang menimbulkan kerugian dan penderitaan warga masyarakat.

Kepada Kabaresi.com Kepala Desa Waehotong Lama, Idris Buton menjelaskan, peristiwa itu terjadi dengan tiba-tiba setelah terjadi hujan lebat. Dan ini merupakan yang pertama kali terjadi, sehingga tidak ada kesiapan warga masyarakat.

Terkait perstiwa itu,  warga masyarakat di dua Desa itu meminta Bupati Safitri Malik Soulisa untuk mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Maluku segera mencabut izin PT Nusa Fatma Corporation yang kini beroperasi di Desa Fogi, Kecamatan Kapala Madan.

“Kami juga meminta perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Bursel setempat dan Dinas Kehutanan Provinsi berserta jajaran UPTD Kehutanan yang ada di kabupaten ini, untuk dapat mencabut izin PT Nusa Fatma yang kini beroperasi di Desa Fogi. Itu permintaan kami,”ujarnya.

Alasannya, sejak beroperasi mengambil kayu Log di kawsan itu, perusahan itu tidak memperhatikan dampak lingkungan, lagi pula tidak melakukan reboisasi atau penanaman kembali, sehingga dikuatirkan hutan kawasan itu gundul. Dan ini semua berdasarkan sumber masyarakat sesuai fakta dilapangan.

“Apalagi kehadiran PT Nusa Fatma Corporation sejak beroperasi dalam penebangan kayu log di areal hutan di Kabupaten Bursel ini, tidak memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat terkait dengan dampak pencemaran lingkungan, dengan membuang limba kayu sesuka hati mereka. Karena itu kami warga Desa minta perhatian Pemda melalui Dinas Lingkungan Hidup maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menutup kegiatan operasi PT Nusa Fatma,” tegasnya atas nama warga Waehotong.

Dikatakan, musibah yang menimpa Desa kami tersebut, sudah dilaporkan secara administrasi kepada  baik Kadis Lingkungan Hidup maupun BPBD, untuk selanjutnya mengambil langkah tegas dengan memanggil pimpinan PT Nusa Fatma yang kami duga sebagai perushan. (AK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *