Paslon KAKA : Infrastruktur Aru Terjelek Dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku

by -42 views

Dobo, Kabaresi.com – Dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti Pilkada Kabupaten Kepulauan Aru, pasangan calon (paslon) Bupati Timotius Kaidel dan Wakil Bupati Lagani Karnaka (KAKA), gencar mengsosialisasi Visi-Misi mereka kepada masyarakat dengan sebutan bacerita bersama masyarakat.

Seperti yang dilakukan paslon KAKA bersama masyarakat di Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pp Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (13/10/2020), sebelum menyampaikan visi-misi mereka, diawali dengan dibacakan maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan Covid- 19.

Menurut Timotius Kaidel, bila dirinya dan Lagani Karnaka mendapat kepercayaan masyarakat dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Aru pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, ada 5 hal yang menjadi prioritas program kerja mereka yang disebut sebagai visi-misi, yakni   Infrastruktur, Perekonomian, Lapangan Kerja, Pendidikan dan Kesehatan.

Sebenarnya kami sudah tidak harus perduli lagi dengan yang namanya infrastruktur, namun karena dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku, Aru adalah salah satu Kabupaten yang infrastrukturnya terjelek.

Pasalnya, banyak bangunan kumuh, tata kota tidak teratur dan tidak memiliki master plan kota, sehingga disimpulkan istilah jalan cari rumah, bukan rumah cari jalan.

“Kedepan bila kami di percayakan untuk memimpin, maka kami akan buat master plan kota dulu dan di pampang di masing masing RT, sehingga masyarakat bisa tau apa perencanan yang akan di buat nanti dari tahun ke tahun,”ungkapnya.

Untuk masalah ekonomi, dirinya menilai di Kabupaten Kepulauan Aru di selama 5 tahun belakangan ini tidak ada perkembangan, terbukti harga sembako di Aru tetap melonjak. Padahal Presiden RI Jokowidodo melalui kabinet kerjanya, mengupayakan agar perekonomian di Indonesia ini merata.

Diduga hal itu terjadi karena ada permainan antara oknum tertentu di Pemda dan PT Temas, sehingga sistem monopoli pada PT Temas yang selama ini melayani tol laut di Aru dan tidak menerima pelayaran lain, sehingga harga sembako di Aru tetap melonjak.

“Bila mendapat kepercayaan masyarakat, kedepan saya cuma kasih dua opsi, yakni turunkan harga kontener atau angkat kaki keluar dari Aru,”tegas Kaidel.

Ditambahkan, dirinya akan membuka lapangan kerja khususnya di bidang perikanan, dengan mempersiapkan infrastruktur seperti dermaga perikanan dan akses jalannya, sehingga bisa menarik infestor dari luar ke Aru, dengan begitu masyarakat bisa mendapat lapangan kerja.

Sementara untuk bidang Pendidikan dan Kesehatan, “Kita tidak perlu kuatir karena dana sudah ada, tinggal kita atur saja dan mengenai isu sekolah Migas, Perikanan, Guru dan Dokter, itu adalah program pemerintah pusat kita di daerah ini cuma melaksanakan, targetkan anak-anak tersebut kembali  ke Aru dengan sejumlah gudang ilmu untuk mengabdi di negeri ini,”pungkasnya.

Selain itu, pihaknya akan datangkan tenaga dokter ahli, bikin kontrak dengan mereka dan siapkan fasilitas, agar mereka bisa melayani masyarakat tidak dengan setengah hati. (Johanis Djilarpoin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *