Namrole, Kabaresi.com – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bursel, Hj Safitri Malik Soulissa-Gerson Eliaser Selsily dengan jargon (SMS-GES) siap memimpin semua golongan yang ada di Kabupaten Bursel.
“Kami berdua mempunyai program 100 hari kerja pertama, yakni akan berkantor di enam kota Kecamatan yang ada di Kabupaten ini secara bergantian, tujuannya agar dapat menyerap aspirasi/tuntutan dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di desa maupun di dusun,”ungkap paslon SMS-GES saat berkampanye di Desa Waly.
Selanjutnya menurut mereka, “Kami utamakan program prioritas desa unggulan, dengan menyiapkan 5000 lapangan kerja melalui program penciptaan wiraswasta baru di desa, berupa pemberian bantuan modal usaha, pelatihan tenaga kerja berbasis desa dan pembentukan kelompok usaha desa.
Berikut, disain desa pintar dan desa sehat, berupa satu desa satu Puskesmas, dengan pelayanan kesehatan gratis, pengembangan pendidikan anak usia dini, dalam hal ini uang sekolah, buku dan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP, pemberian 1000 beasiswa berprestasi bagi pelajar dan mahasiswa, pertukaran pelajar dan pemberian sarana olahraga desa.
Selain itu juga ada program 1000 perempuan Desa mandiri berupa bantuan modal usaha perempuan mandiri dan pelatihan usaha perempuan mandiri, sedangkan program Desa produktif meliputi satu desa satu produk unggulan, satu desa satu badan usaha dan smart desa.
Program SMS-GES yang lain, yaitu nelayanan dan petani unggul berupa bantuan kapal dan alat tangkap, bantuan pupuk, bibit dan alat pertanian, bantuan modal kerja tani dan nelayan, serta membangun cold storage pada zona tangkap dan menyediakan akses pasar hasil tangkap.

Setelah mendengar visi dan misi yang di sampaikan paslon SMS-GES tersebut, sejumlah perempuan yang mendiami kabupaten Bursel mulai dari desa hingga dusun menyatakan sikap, pada hari Rabu 9 Desember mendatang “Kami kaum perempuan yang ada di kabupaten siap mencoblos paslon ibu Hj Safitri- pak Gerson atau 3. Sebab paslon yang lain seng jelas dan yang ada hanya menyampaikan hoax atau berita bohong, finah dan adudomba katong pung masyarakat di Kabupaten ini. (Adam Kiat )









